Manusia Setengah Salmon
Manusia Setengah Salmon by Raditya Dika
My rating: 3 of 5 stars
Buku terbaru Raditya Dika ini… Bagus. Seriously. I think it’s one of his best (setelah Kambingjantan). Though I can’t be sure because I haven’t read this one book from him (Marmut Merah Jambu. It was so hyped, and I couldn’t care).
It made me quite nostalgic. Haha. It’s been quite a while since I first got hold of his first book. Tepatnya di Gramedia Matraman yang waktu itu belum direnovasi dan gue masih berseragam SMA. And it was so funny. I’ve liked the guy ever since. And in this one, he’s grown. Hahah.
Manusia Setengah Salmon really impressed me. :D Ada mood yang sangat beda dan gue menghargai itu dari buku ini. I still find myself laughing hard at his raw silliness but then I find myself agreeing and nodding or smiling or surprised while reading his reflective take on more grown up things in life. It’s different. And maybe I just didn’t expect it. Well done.
*Satu catatan sih, entah karena mau buru-buru cetak atau gimana, tapi di buku ini menurut gue terlalu banyak noticeable mistakes yang harusnya tidak ada karena sudah melalui proofreading dan editing.
Contoh: semua kata yang ada “elit”-nya diganti jadi “elite”. Mungkin maksudnya mau ngedit khusus kata itu. Tapi kata “pelit” ikutan jadi “pelite” dan “belit” jadi “belite”. Hahahah. Penting lho! Masa kesannya seasal itu, main “Replace All” aja. Terus gue menemukan satu tokoh yang disebut dengan dua nama berbeda dan keliatan banget salah satunya nama samaran dan satunya lupa diganti. :)) Dan masih ada yang lain-lain lagi yang gue udah lupa. This made me frown a bit. It seems kinda reckless and hasty.

